Minggu, 07 April 2013

Sistem Remote Control TV


BAB I
PENDAHULUAN

1. Pengertian


Kata televisi (television) berasal dari 2 kata yaitu ”tele” (jarak jauh) dan ”vision” (melihat), sehingga televisi atau disingkat TV berarti ”melihat dari jarak jauh”.
Proses ”melihat dari jarak jauh” ini menjadi bisa dilakukan karena perubahan brightness (intensitas cahaya) dan color (warna) dari adegan (scene) yang dilihat dapat diubah menjadi variasi tegangan/arus listrik oleh sejenis transduser photo-sensitive, yaitu tabung kamera. Kemudian tegangan/arus listrik tersebut dapat diubah kembali menjadi informasi brightness dan color oleh perangkat display cathode ray tube (atau jenis display yang lain, seperti LCD atau Plasma).
Tegangan listrik yang mewakili brightness dan warna dapat dikirimkan ke jarak yang jauh dengan menggunakan sinyal pembawa frekuensi radio (VHF atau UHF), yaitu dengan menggunakan teknik modulasi dan penguatan.
Di sisi penerima, sinyal televisi dapat diambil dari gelombang VHF/ UHF yang di-demodulasi dengan teknik deteksi super-heterodyne dan penguatan. Dengan cara seperti inilah, siaran gambar bergerak dapat disaksikan di layar pesawat TV pada jarak yang jauh.
            Secara umum, Televisi terkadang sistemnya sulit dimengerti dan ada juga mudah untuk dipahami yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Panasonic, adalah televise yang akan kami gunakan untuk meneliti, apakah sistemnya mudah digunakan atau sulit digunakan. Kami akan mewawancarai seseorang yang telah membeli TV baru, menanyakan seputar Televisi tersebut, apakah televise tersebut mudah atau sulit digunakan. Seperti apa yang telah diberikan tugas oleh Dosen, Kami harus observasi orang lain menggunakan system remote control TV (dimana segala pengaturan TV dilakukan melalui remote control. Tugas (task) yang harus dilakukan adalah melakukan (dengan asumsi TV baru dibeli) pencarian semua saluran TV yang tersedia kemudian menyimpannya.


2. Sistem Televisi

Elemen-elemen dari sistem televisi adalah :
•           Sumber gambar : Merupakan sinyal listrik yang mewakili gambar visual, dan dapat diperoleh dari kamera TV (tayangan gambar angsung atau live), VTR (video tape recorder) untuk playback tayangan rekaman, atau sumber-sumber yang lain.
•           Sumber suara. Merupakan sinyal listrik dari mikrophon atau dari output audio VTR atau dari sumber lainnya.
•           Transmitter (pemancar). Merupakan penghasil sinyal frekuensi radio (RF, Radio Frequency) dan memodulasikan informasi video dan suara.
•           Antena di transmitter untuk menyiarkan (broadcast) ke udara (sistem penyiaran terestrial).
•           Antena di receiver (penerima) untuk menerima sinyal broadcast.
•           Receiver (disebut juga tuner), yang men-demodulasi informasi video dan suara dari sinyal RF yang diterima.
•           Perangkat display untuk mengubah sinyal video menjadi gambargambar visual (gambar bergerak).
•           Penguat audio (audio amplifier) dan loud speaker yang mengubah Sinyal listrik menjadi gelombang suara (percakapan, musik, dan lain-lain) untuk melengkapi gambar.

3. Sinkronisasi Baris dan Gambar
Gambar dan reproduksinya harus disinkronkan dengan tepat sehingga tiap elemen gambar yang diambil oleh kamera akan ditampilkan dengan tepat di display.
Pulsa sinkronisasi (syn) terdiri atas dua jenis, yaitu line sync (Hsync) dan field sync (V-sync). Line sync memastikan bahwa baris direproduksi dengan benar (artinya awal baris direproduksi di awal baris juga), dan pulsa field sync untuk memastikan reproduksi keseluruhan yang tepat. Pulsa-pulsa sync ini dikirimkan di dalam sinyal gambar.

Perkembangan Teknologi Layar TV

Layar berkembang bertambah datar (flat) dan lebih persegi. Untuk menampilkan kontras yang lebih baik, dibuat tabung yang lebih gelap. Tabung Datar Persegi
Tabung jenis ini memberikan tambahan 9% permukaan gambar dibanding layar cembung dan membuat gambar tampak lebih besar. Tabung Layar Gelap Tabung ini memiliki layar yang hitam ketika dimatikan, meminimumkan kehilangan kontras gambar pada saat penerangan yang kuat. Tabung ini menawarkan 50% kontras yang lebih baik, sehingga gambar menjadi tajam dan kontras yang tinggi baik saat malam atau siang. TV Proyeksi TV jenis ini dikembangkan untuk ukuran layar yang besar, dan terdiri atas 2 jenis, yaitu : TV proyeksi belakang dan depan. Matrix Display Matrix display mempunyai jumlah elemen diplay (pixel) horizontal dan vertikal yang diskrit. Piksel-piksel dihubungkan oleh elektrode membentuk matriks persegi baris dan kolom dalam saat yang sama. Matrix display terdiri atas emissive atau non-emissive. Display emissive menghasilkan cahaya langsung dari elemen display itu sendiri. Contohnya adalah Plasma display dan Electro-Luminescent (EL) display. Non-emissive display tidak menghasilkan cahaya, tetapi hanya memodulasikannya. Contoh display ini adalah Liquid Crystal Display (LCD) dan Digital Micro-mirror Device (DMD). LCD menggunakan sumber cahaya dari samping display, sedangkan DMD mempunyai sumber cahaya dari depan display.

BAB II
METODE OBSERVASI

 Pengertian Observasi

       Observasi adalah suatu cara pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap suatu obyek dalam suatu periode tertentu dan mengadakan pencatatan secara sistematis tentang hal-hal tertentu yang diamati. Banyaknya periode observasi yang perlu dilakukan dan panjangnya waktu pada setiap periode observasi tergantung kepada jenis data yang dikumpulkan. Apabila observasi itu akan dilakukan pada sejumlah orang, dan hasil observasi itu akan digunakan untuk mengadakan perbandingan antar orang-orang tersebut, maka hendaknya observasi terhadap masing-masing orang dilakukan dalam situasi yang relatif sama.

         Sebelum observasi itu dilaksnanakan, pengobservasi (observer) hendaknya telah menetapkan terlebih dahulu aspek-aspek apa yang akan diobservasi dari tingkah laku seseorang. Aspek-aspek tersebut hendaknya telah dirumuskan secara operasional, sehingga tingkah laku yang akan dicatat nanti dalam observasi hanyalah apa-apa yang telah dirumuskan tersebut.
Pengumpulan data dengan observasi langsung atau dengan pengamatan langsung adalah cara pengambilan data dengan menggunakan mata tanpa ada pertolongan alat standar lain untuk keperluan tersebut. Pengamatan baru tergolong sebagai teknik mengumpulkan data, jika pengamatan tersebut mempunyai kriteria berikut:
  •     Pengamatan digunakan untuk penelitian dan telah direncanakan secara sistematik.
  •     Pengamatan harus berkaitan dengan tujuan penelitian yang telah direncanakan.
  •      Pengamatan tersebut dicatat secara sistematis dan dihubungkan dengan proposisi umum dan bukan dipaparkan sebagai suatu set yang menarik perhatian saja.

Pengamatan dapat dicek dan dikontrol atas validitas dan reliabilitasnya. Penggunaan pengamatan langsung sebagai cara mengumpulkan data mempunyai beberapa keuntungan antara lain :
Pertama. Dengan cara pengamatan langsung, terdapat kemungkinan untuk mencatat bagaimana cara user menggunakan TV tersebut. Kedua. Pengamatan langsung dapat memperoleh data dari subjek baik tidak dapat berkomunikasi secara verbal atau yang tak mau berkomunikasi secara verbal. Adakalanya subjek tidak mau berkomunikasi, secara verbal dengan enumerator atau peneliti, baik karena takut, karena tidak ada waktu atau karena enggan. Dengan pengamatan langsung, hal di atas dapat ditanggulangi. Selain dari keuntungan yang telah diberikan di atas, pengamatan secara langsung sebagai salah satu metode dalam mengumpulkan data, mempunyai kelemahan-kelemahan.

Setelah kami mengobservasi user, user mengatakan bahwa interface desain dari TV Panasonic yang bermodel seperti diatas, sangatlah baik. Keluarga yang telah menggunakan TV tersebut nyaman dan dari observasi kami bahwa TV tersebut baik untuk user.

Cara Mencari Saluran Televisi :

1. Pada Remote Control TV tekan MENU, lalu alan muncul pilihan, ada Picture, Sound dan Setup.
2. Pilih Setup, lalu akan muncul seperti dibawah ini, tekan OK pada Remote, jika ingin membuat urutan atau list untuk Televisi maka pilih Channel List.
3. Untuk mencari saluran TV secara Auto Tuning, maka akan mucul seperti dibawah ini, Fine Tuning untuk mencari saluran secara manual, dengan menekan Button Right pada Remote, atau Button Left, dengan menggunakan Fine Tuning anda akan mencari saluran secara pelan-pelan, karena cara kerja Fine Tuning adalah mencari saluran hingga gambar jernih.
4. Manual Tuning, yaitu mencari saluran secara manual, apabila menekan Button Right atau kekanan maka, saluran akan muncul, cari sesuai apa yang diinginkan.
5. Sound System pada Analogue TV Manual Tuning adalah untuk mencari frekuensi yang sesuai dengan saluran yang diinginkan.




Setelah kami mewawancari seseorang yang memiliki TV tersebut, kami menyatakan bahwa orang tersebut mudah untuk menggunakan TV tersebut, karena disetiap Menu atau Settingan TV terlihat jelas, bahwa kegunaan – kegunaan Remote dengan TV saling berhubungan sehingga antara User dengan TV dan Remote bersifat Friendly. Kami juga menanyakan apakah tombol remote terlalu kecil ? dan jawabannya adalah tidak. Tombolnya pun sangat nyaman digunakan dan jelas terlihat. Baik Anak-anak maupun Lansia mengerti cara menggunakan remote tersebut. Tombol-tombolnya pun masuk akal. Sehingga memudahkan user menggunakannya.


BAB III
HASIL OBSERVASI

Hasil observasi yang telah kami rangkum adalah user tidak mengalami kesulitan baik mencari saluran televise maupun mengubah-ubah settingan dari televise tersebut. Desain dari fitur-fitur pada TV Panasonic  sangat baik dari segi penampilan, remote, desain dan lainnya. Karena logo dari Panasonic tersebut adalah “Panasonic Ideas For Life”. ^^
            Dengan tampilan layar datar (LCD) memudahkan user untuk menonton dan terlihat menarik. Dengan Vierra Panasonic ini, banyak juga fitur-fitur yang bisa digunakan seperti Facebook, Music, Video, dan lain-lain. Seperti gambar dibawah ini:
Untuk menggunakan facebook, user pun harus menggunakan Ethernet atau WiFi agar bisa menjalankan facebook tersebut.


BAB IV
ANALISA

Secara umum, Televisi terkadang sistemnya sulit dimengerti dan ada juga mudah untuk dipahami yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Panasonic, adalah televise yang akan kami gunakan untuk meneliti, apakah sistemnya mudah digunakan atau sulit digunakan. Kami akan mewawancarai seseorang yang telah membeli TV baru, menanyakan seputar Televisi tersebut, apakah televise tersebut mudah atau sulit digunakan. Seperti apa yang telah diberikan tugas oleh Dosen, Kami harus observasi orang lain menggunakan system remote control TV (dimana segala pengaturan TV dilakukan melalui remote control. Tugas (task) yang harus dilakukan adalah melakukan (dengan asumsi TV baru dibeli) pencarian semua saluran TV yang tersedia kemudian menyimpannya.
Berdasarkan prinsip kegunaan (usability) untuk menjelaskan mengapa menurut anda problem itu ada. Untuk mengobservasi problem-problem yang ada, caranya menganalisa bagaimana user dalam penggunaan TV tersebut. Analisa baik secara sulit maupun mudah. Analisa pertama yaitu menganalisa apakah user menyukai desain dari Panasonic TV tersebut atau tidak, ternyata user menyukainya. Kedua analisa tentang bagaimana cara user mencari saluran-saluran televisi secara manual maupun auto tuning. Setelah di analisa, user mudah menggunakannya. Ketiga menganalisa bagaimana cara user menekan berbagai tombol-tombol yang ada di TV maupun Remote Control tersebut. Telah disampaikan dalam metode observasi bahwa TV remote dan user saling verkaitan, karena apabila user tak bisa menggunakannya maka itu adalah problem. Tetapi setelah diobservasi user dan TV saling Friendly. Jadi secara spesifik, antara user dan TV saling memahami, dan mudah untuk digunakan dan menggunakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template Copy by Blogger Templates | BERITA_wongANteng |MASTER SEO |FREE BLOG TEMPLATES